Di Jakarta, Rumah Mewah Dominasi Penjualan Sedangkan Rumah Murah Nihil

JAKARTA, KOMPAS.com – CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda mengatakan, rumah primer dengan harga Rp 2 miliar mendominasi penjualan hunian di Jakarta pada kuartal II-2020.

Dia menyebutkan, persentase penjualan rumah dengan harga di atas Rp 2 miliar sebesar 57,69 persen.

Sementara segmen rumah dengan harga Rp 1 miliar-Rp 2 miliar sebesar 42,31 persen. Menurut dia, tidak ada penjualan rumah di bawah Rp 1 miliar di Jakarta.

“Tidak ada penjualan rumah di bawah Rp 1 miliar di Jakarta,” kata Ali dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Kamis (sixteen/7/2020).

Ali menambahkan, penjualan rumah primer di Ibu Kota pada triwulan ini mengalami peningkatan sebesar 21,9 persen dibanding triwulan sebelumnya.

Baca juga: Harga Rumah di Jakarta Lebih Mahal ketimbang New York dan Tokyo

Senentara pada kuartal pertama tahun 2020, penjualan hunian primer di Ibu Kota anjlok sebesar 33,3 persen.

Anjloknya penjualan rumah di Jakarta pada kuartal lalu lebih disebabkan penerapan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) yang dilakukan guna mencegah menyebarnya virus Covid-19.

Kemudian, setelah dilakukan pelonggaran PSBB, pasar perumahan kembali mengalami pertumbuhan.

Baca juga: Rumah Tusuk Sate Dianggap Sial, Mitos atau Fakta? Ini Penjelasannya

Tren peningkatan penjualan ini terjadi sejak Mei, ketika banyak pengembang menawarkan berbagai promo menarik.

Namun, menurut Ali, pasar tetap harus waspada dikarenakan kondisi saat ini masih belum stabil.

“Hal ini juga memperlihatkan bahwa sebenarnya pasar perumahan primer Jakarta masih menyimpan daya beli,” ujar Ali.

Ali menuturkan, penjualan pada hunian di segmen harga Rp 1 miliar-Rp 2 miliar mengalami peningkatan yang signifikan, yakni mencapai one hundred forty four,four persen.

Sementara tingkat penjualan rumah di atas Rp 2 miliar mengalami peningkatan sebesar 11,1 persen.

Ali juga mencatat, volume penjualan ini membuat rerata harga rumah yang terjual pada kuartal II-2020 mengalami pergeseran, yakni sebesar Rp 1,95 miliar.

Baca juga: Miliki Rumah di Tengah Pandemi Bukan Lagi Mimpi

Ke depan, dia memprediksi ada indikasi pergeseran pembelian rumah di segmen Rp 2 miliar ke luar Jakarta, baik ke timur maupun ke barat.

Hal ini dikarenakan pengembangan kawasan yang lebih baik di luar Ibu Kota membuat pasar relatif mudah bergeser.